.comment-body-author { background: #ffffff url(https://picasaweb.google.com/lh/photo/eS4D2Il6C9qx_vj9a0fdrg?feat=directlink) bottom right no-repeat; padding:0px 0px 80px 20px; }
twitter


Kata sebuah ungkapan, “Jadilah engkau manusia yang pada kelahiranmu semua orang merasa senang, tersenyum, tertawa dan bahkan mengadakan pesta syukuran. Dan pada kematianmu semua orang merasa sedih dan kehilangan. Bahkan penuh isak tangis”. Ungkapan tersebut rasanya cocok sekali untuk Bapak Bangsa Mbah Kyai Gus Dur. Sosok santun dan membumi serta nyleneh yang telah meninggalkan dunia fana ini.
Meskipun dahulu Beliau terkenal dengan sikapnya yang kadang membuat kontroversi, tapi bagi saya sendiri peristiwa tersebut sempat membuat kaget dan jelas merasa kehilangan. Dahulu memang tidak sedikit sikap Beliau, terutama semasa terjun langsung di dunia politik, yang penuh dengan ke-nyleneh-annya. Dan salah satu puncaknya dengan keputusan Beliau untuk membubarkan majelis permusyawaratan rakyat yang justru berujung pada pemasgulan atau impeachment Beliau dari jabatan RI 1.
Hari senin yang lalu, saat saya membaca koran lokal jogja kedaulatan rakyat, disebutkan bahwa nama lengkap Beliau yang benar adalah Abdurrahman Addakhil Wahid. Hemm, saya baru tau hal itu. Walaupun saya juga belum sempat mengecek kebenaran hal itu. Yang benar yang mana ya, Abdurrahman Wahid saja atau Abdurrahman Addakhil Wahid?? :D

Oh bukan, kali ini saya tidak mau memperdebatkan dan mengupas hal itu. Saya ingin mengenang Beliau, dengan cara menulis kembali beberapa cuplikan guyonan khas Beliau. Karena selain dikenal sebagai Ulama atau Kyai, Gus Dur adalah orang yang mempunyai banyak talenta. Dikenal pula sebagai politisi dan bahkan budayawan yang mempunyai banyak sekali stok humor-humor atau guyonan segar.
Pertama, guyonan yang diceritakan kembali oleh pelawak Tarzan.
Gus Dur bertanya, “Zan, kamu pernah melawak tapi tidak ada yang tertawa?”. Tarzan menjawab, “Pernah Gus”. Lalu Gus Dur berkata untuk memberikan kunci atau trik agar ketika melawak, maka para penonton akan selalu tertawa. Yakni dengan hukum Islam. Lalu Tarzan tampak kebingungan dengan saran Beliau. Lalu dijelaskanlah begini, “Diibaratkan seperti mengucapkan salam dalam Islam. Seseorang mengucapkan salam kepada saudaranya adalah sunnah. Tetapi menjawab salam adalah wajib. Jadi, kamu harus mengatakan ke penonton di awal melawak. Kalau kamu melontarkan lawakan itu adalah sunnah. Dan wajib bagi penonton untuk tertawa. He he he!”.
Kedua, guyonan yang diutarakan oleh Beliau. Pernah ditayangkan salah satu tv swasta di sebuah kesempatan wawancara.
Jadi ceritanya Beliau waktu itu sedang berdialog atau ngobrol dengan salah seorang kerabat. Di sebuah kesempatan acara. Berkatalah, “Orang yang kerja di pengurus NU sejak jam 6 pagi sampai jam 6 malam itu adalah orang yang senang NU. Sedangkan orang yang kerja untuk NU dari jam 6 sore sampai jam 12 malam itu adalah orang yang gila NU. Tapi kalau masih mengurusi NU dari jam 12 malam sampai jam 6 pagi itu adalah orang NU gila”. Lalu terdengarlah tawa yang membahana.
Ketiga, guyonan yang disampaikan Gus Dur ketika bertemu Candra Hamzah wakil ketua KPK pada saat kasus “Ci-Buaya” Bank sedang marak-maraknya.
Saat itu, konon Gus Dur sedang menemui Candra Hamzah untuk memberikan dukungan pemberantasan kasus korupsi di tanah air. Kemudian Gus Dur mengeluarkan guyonan segar. Beliau bercerita ada salah seorang anggota dewan “anyaran”, wakil rakyat yang baru saja dilantik secara resmi. Yang baru masuk ruangan sidang untuk rapat. Lalu seorang rekan dari anggota dewan “anyaran” itu tiba-tiba memanggil. Dengan sebutan “prof”. Karena tidak pernah merasa sekolah sampai mendapat gelar seperti itu, dia merasa heran dan penasaran. Karena gelar atau sebutan seperti itu terdengar sangat wah. Usut punya usut ternyata yang dimaksud bukanlah seperti itu. Yang dimaksud “prof” adalah “provokator”. He he he!
Untuk melihat guyonan Gud Dur yang lain dapat dilihat di sini.
Saya jadi kepengen punya kaos bergambar siluet wajah Gus Dur, hehehe. Ada yang jual online kah?? :D

Note : gambar Gus Dur diambil dari kabarindonesia dot com. Gambar tersebut adalah cover buku “Gus Dur yang Humoris, Kontroversial, dan Gaul” yang ditulis oleh Maia Rosyida terbitan Wahid Institute tahun 2007.

0 komentar: